Sejarah Keperawatan di Indonessia
Keperawatan lahir sejak naluriah keperawatan lahir bersamaan dengan
penciptaan manusia perkembangan keperawatan dipengaruhi dengan semakin
maju peradaban manusia maka semakin berkembang keperawatan. Perkembangan
dipengaruhi oleh :
Perawatan dan pengobatan zaman purba.
Orang-orang pada zaman dahulu hidup dalam keadaan primitive. Namun
demikian mereka sudah mampu sedikit pengetahuan dan kecakapan dalam
merawat atau mengobati. Pekerjaan “merawat” dikerjakan berdasarkan
naluri (instink) à naluri binatang à “mother instinct” (naluri keibuan)
yang merupakan suatu naluri dalam yang bersendi pada pemeliharaan jenis
(melindungi anak, merawat orang lemah. Perawatan dan pengobatan secara
praktis telah dilakukan oleh orang-orang primitive, misalnya : Merawat
dan mengobati luka-luka, Menurunkan panas dengan memberikan air minum
yang banyak atau perawatannya dengan menggunakan air (kompres), Membuka
absoes dengan menggunakan batu-batu tajam, Menhentikan pendarahan
dengan menggunakan batu-batu panas, Pemakaian tumbuh-tumbuhan sebagai
pengobatan penyakit
A. Sejarah Keperawatan Dunia
Kegiatan pelayanan keperawatan berkualiatas telah dimulai sejak seorang
perawat muslim pertama yaitu Siti Rufaidah pada jaman Nabi Muhammad
S.A.W, yang selalu berusaha memberikan pelayanan terbaiknya bagi yang
membutuhkan tanpa membedakan apakah kliennya kaya atau miskin. Ada pula
yang mengenal sebagai Rufaidah binti Sa’ad/Rufaidah Al-Asalmiya dimana
dalam beberapa catatan publikasi menyebutkan Rufaidah Al-Asalmiya, yang
memulai praktek keperawatan dimasa Nabi Muhammad SAW adalah perawat
pertama muslim (Kasule, 2003; Mansour & Fikry, 1987). Sementara
sejarah perawat di Eropa dan Amerika mengenal Florence Nightingale
sebagai pelopor keperawatan modern, Negara di timur tengah memberikan
status ini kepada Rufaidah, seorang perawat muslim (Jan, 1996). Talenta
perjuangan dan kepahlawanan Rufaidah secara verbal diteruskan turun
temurun dari generasi ke generasi di perawat Islam khususnya di Arab
Saudi dan diteruskan ke generasi modern perawat di Saudi dan Timur
Tengah 2) (Miller Rosser, 2006)
Selama ini pula perawat Indonesia khususnya lebih mengenal Florence
Nightingale sebagai tokoh keperawatan, yang mungkin saja lebih
dikarenakan konsep keperawatan modern yang mengadopsi litelature barat.
Florence Nightingale (12 Mei 1820-13 Agustus 1910) adalah pelopor
perawat modern, penulis dan ahli statistik. Ia dikenal dengan nama
Bidadari Berlampu (bahasa inggris The Lady With The Lamp) atas jasanya
yang tanpa kenal takut mengumpulkan korban perang pada perang krimea, di
semenanjung krimea, Rusia
Florence Nightingale menghidupkan kembali konsep penjagaan kebersihan
rumah sakit dan kiat-kiat juru rawat. Ia memberikan penekanan kepada
pemerhatian teliti terhadap keperluan pasien dan penyusunan laporan
mendetil menggunakan statistik sebagai argumentasi perubahan ke arah
yang lebih baik pada bidang keperawatan di hadapan pemerintahan Inggris.
Florence dilahirkan dalam keluarga berada dan tumbuh sebagai wanita yang
menawan dan periang yang mempunyai masa depan yang cerah. Bagaimanapun
penderitaan yang dilihatnya semasa peperangan di semenanjung Krim di
Rusia tahun 1858, menyebabkan hati Florence Nightingale tersentuh
melihat penderitaan tentara yang luka dan dibiarkan saja dalam rumah
sakit yang kotor.. Florence Nightingale dikenal sebagai perawat dan
teoris pertama yang memiliki body of knowledge keperawatan. Nigtingale
menekankan fokus intervensi keperawatan adalah membuat lingkungan yang
kondusif bagi manusia untuk hidup sehat. Sebagian besar dari pemikiran
Nightingale masih relevan dengan pendidikan keperawatan di Indonesia
pada masa sekarang maupun yang akan datang.
Keperawatan lahir sejak naluriah keperawatan lahir bersamaan dengan
penciptaan manusia perkembangan keperawatan dipengaruhi dengan semakin
maju peradaban manusia maka semakin berkembang keperawatan
Perkembangan dipengaruhi oleh perawatan dan pengobatan zaman purba
Orang-orang pada zaman dahulu hidup dalam keadaan primitive. Namun
demikian mereka sudah mampu sedikit pengetahuan dan kecakapan dalam
merawat atau mengobati. Orang ahli tersebut kemudiajn disebut ahli
obat-obatan = dukun dalam pengobatannya dukun antara lain memperhatikan
aturan-aturan sebagai berikut :
Suatu kepercayaan yang menganjurkan bahwa alam sendiri memberikan
petunjuk-petunjuk tentang obat yang akan dipakai misalnya Luka yang
berdarah di beri balutan atau kain yang berwarna merah/daun merah.
Apabila sakit kuning di beri obat minum dari akar-akaran atau kulit
tumbuhan berwarna kuning.
Suatu ajaran yang mempercayai akan adanya kekeuatanm daya pemindahan.
Misal : Pada waktu seorang wanita akan melahirkan, diberi air rendaman
daun dan membuka lebar-lebar semua pintu.
Perawatan pada beberapa bangsa dan Negara.
1. Mesir
Bangsa mesir pada zaman purba telah menyembah banyak dewa. Dewa yang
terkenal antara lain Isis. Mereka beranggapan bahwa dewa ini menaruh
minat terhadap orang sakit dan memberikan pertolongan pada waktu si
sakit sedang tidur. Didirikanlah kuil yang merupakan rumah sakit pertama
di mesir
Ketabiban. Ilmu ketabiban terutama ilmu bedah telah dikenal oleh bangsa
mesir zaman purba (± 4800 SM). Dalam menjalankan tugasnya sebagai
tabibia menggunakan bidai (spalk), alat-alat pembalut, ia mempunyai
pengetahuan tentang anatomi, Hygienr umum serta tentang obat-obatan.
Didalam buku-buku tertulis dalam kitab Papyrus didalamnya memuat kurang
lebih 700 macam resep obat-obatan dari Mesir
a. Babylon dan syiria
Ilmu pengetahuan tentang anatomi dan obat-obat ramuan telah
diketahui oleh bangsa Babylon sejak beberapa abad SM. Pada salah satu
tulisan yang menyatakan bahwa pada 680 SM orang telah mengetahui cara
menahan darah yang keluar dari hidung dan merawat jerawant pada muka.
Bangsa Babylon menyembah dewa oleh karena itu perawatan atau pengobatan
berdasarkan kepercayaan tersebut.
b. Yahudi kuno
Ilmu pengetahuan bangsa Yahudi banyak di peroleh dari bangsa Mesir.
Misalnya : cara-cara memberi pengobatan orang yang terkenal adalah Musa.
Ia juga dikenal sebagai seorang ahli hygiene.
Dibawah pimpinannya bangsa Yahgudi memajukan minatnya yang besar terhadap kebersihan umum dan kebersihan diri.
Undang-undang kesehatan bangsa Yahudi menjadi dasar bagi hygiene modern
dimana cara-cara dan peraturannya sesuai dengan bakteriologi zaman
sekarang, misalnya :
1. Pemeriksaan dan peminilah bahan makanan yang akan di makan
2. Mengadakan cara pembuangan kotoran manusia
3. Pelarangan makan daging babi karena dapat menimbulkan suatu penyakit
4. Memberitahukan kepada yang berwajib bila ada penyakit yang berbahaya, sehingga dapat diambil tindakan
c. India
Bangsa India (Hindu)
di zaman purba telah memeluk agama Brahmana, disamping memuja dan
meminta pertolongan kepada dewa (dikuil) untuk menyembuhkan orang sakit.
Di India telah terdapat RS khususnya di Utara saat pemerintahan Rasa
Asoka, ± 8 RS dimana sebagian kemudian dijadikan sekolah-sekolah
pengobatan dan perawatan
d. Tiongkok
Bangsa Tiongkok telah mengenal penyakit kelamin diantaranya gonorhoea
dan syphilis. Pencacaran juga telah dilakukan sejak 1000 SM ilmu urut
dan psikoterapi. Orang-orang yang terkenal dalam ketabiban :
1. Seng Lung Dikenal sebagai "Bapak Pengobatan, yang ahli penyakit
dalam dan telah menggunakan obat-obat dari tumbuh-tumbuhan dan mineral
(garam-garaman). Semboyannya yang terkenal adalah Lihat, Dengar, Tanya,
Rasa.
2. Chang Chung Ching ± 200 Sm telah mengerjakan lavement dengan menggunakan bamboo.
B. Sejarah perkembangan keperawatan di Indonesia
Perkembangan keperawatan di Indonesia dipengaruhi oleh kondisi social
dan ekonomi yaitu penjajahan pemerintahan colonial Belanda, Inggris dan
Jepang serta situasi pemerintahan Indonesia setelah Indonesia merdeka
dibedakan atas :
1. Masa sebelum kemerdekaan
Masa penjajahan belanda I. Pada masa ini perawat berasal dari penduduk
pribumi yang disebut VELPLEGEK dengan sebutan zieken oppaser sebagai
penjaga rumah sakit. usaha pemerintahan Belanda dibidang kesehatan
adalah :
- Mendirikan rumah sakit I Binnen Hospital di Jakarta pada tahun 1799
- Mendirikan rumah sakit II Butten Hospital
- Membentuk dinas kesehatan tentara (military gezond herds dients)
- Membentu Dinas Kesehatan Rakyat (Burgerlijke gezandherds
dienst)
Zaman penjajahan Inggris, Gubernur jendral Rafles sangat memperhatikan
rakyat semboyan :Kesehatan adalah milik manusia. Usaha-usahanya dibidang
kesehatan :
1. Pencacaran secara umum
2. Membenahi cara perawatan pasien dengan gangguan jiwa
3. Memperhatikan kesehatan pada para tawanan
Zaman penjajahan Jepang menyebabkan perkembangan keperawatan mengalami
kemunduran yang juga merupakan zaman kegelapan dunia keperawatan di
Indonesia. Kemunduran-kemunduran ini terlihat pada pekerjaan perawat
dikerjakan oleh orang-orang yang tidak terdidik, Pimpinan RS diambil
alih oleh orang-orang jepang, Obat-obatan sangat kurang. Wabah penyakit
terjadi dimana-mana.
2. Zaman kemerdekaan
Usaha-usaha dibidang kesehatan tahun 1949 mulai dibangun rumah sakit dan
balai kesehatn. Tahun 1952 mulai didirikan sekolah perawat yaitu
sekolah guru perawat dan sekolah perawat setingkat SLTP tahun 1962 mulai
didirikan pendidikan keperawatan professional.
Tahun 1962-sekarang keperawatan mulai berkembang dengan pesat
Tahun 1962 mulai banyak berdiri akademi keperawatan (AKPER) tahun 1985
program studi ilmu keperawatan (PSIK) diselenggarakan oleh fakultas
kedokteran universitas Indonesia lulusan I tahun 1988. Dampaknya ialah
meningkatkan pelayanan keperawatan, pendekatan proses keperawatan dan
meningkatkan peran dan fungsi perawat.
Keperawatan penyakit jiwa di IndonesiaTahun 1800 pasien jiwa sudah
dikumpulkan di bangsal-bangsal dan perawatannya bersifat penjagaan. RS
jiwa didirikan pertama kali tahun 1875 di Cilandak Bogor dnegan
kapasitas 400 orang. Rumah sakit jiwa kedua di Lawang tahun 1894 dengan
kapasitas 3300 pasien. Rumah sakit jiwa ketiga RSJ Prof. Dr. Soeroyo di
magelang tahun 1923 dengan kapasitas 1400 pasien.
Pendidikan keperawatan jiwa baru dibuka bulan September 1940 di bogor
dengan kursus. Saat ini perawatan jiwa diselenggarakan secara modern.
Dibangsal- bangsal, pengobatan dengan shock terapi, menggunakan
obat-obat tidur dnegan musik, olah raga dan rekreasi.
Konteks keperawatan sendiri banyak dipengaruhi oleh sejarah keperawatan
dalam Islam, budaya dan kepercayaan di Arab keyakinan akan kesehatan
dari sudut pandang Islam (Islamic health belief) dan nilai-nilai profesi
yang diperoleh dari pendidikan keperawatan. Tidak seperti pandangan
keperawatan di Negara barat, keyakinan akan spiritual Islam tercermin
dalam budaya mereka.
Di Indonesia mungkin hal serupa juga terjadi tinggal bagaimana
keperawatan dan islam berkembang sejalan dalam harmoni percepatan
tuntutan asuhan keperawatan, kompleksitas penyakit, perkembangan
teknologi kesehatan dan informatika kesehatan agar tetap mengenang dan
menteladani sejarah perkembangan keperawatan dimulai oleh Rufaidah binti
Sa'ad.
Semoga Bermanfaat gan